Hari guru menjadi tanda tanya besar



Selamat hari guru. Selamat Hari Guru. Apakah sebenarnya perayaan hari guru merupakan sebuah penghargaan atas jerih payahnya yang sering disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa? Apakah benar masih tanpa tanda jasa? Atau jasa tanpa tanda? Secara singkat Tanggal 25 November ditetapkan sebagai peringatan hari guru karena tanggal tersebut merupakan hari lahirnya organisasi guru yakni Persatuan Guru Republik Indonesia pada tahun 1945, dengan berbagai perjuangan yang dilewati. Keputusan presiden nomor 78 Tahun 1994, menjadikan 25 November sebagai hari guru nasional. Hari spesial dimana para guru mendapat sorotan lebih, karya mereka diapresiasi, perjuangan mereka diakui, kesejahteraan mereka diperhatikan.
Kemarin baru saja 25 November, seluruh penjuru negeri ini tengah merayakan peringatan hari guru, dimulai dari upacara kemudian dilanjutkan dengan serangkaian perayaan perlombaan khusus guru hingga acara pemberian hadiah kepada para guru. Ibuku sendiri sibuk dari dua hari sebelum hari H, memikirkan hadiah terbaik yang akan diberikan kepada guru dari adikku yang masih duduk di kelas dua sekolah dasar karena para wali murid di sekolah telah sibuk sejak seminggu sebelumnya membicarakan tentang hadiah yang akan diberikan pada hari guru. Beriringan dengan itu akun media sosial penuh dengan foto dan ucapan selamat untuk para guru tercinta. Bahkan media cetak juga tak kalah memeriahkan hari peringatan ini. Coba saja lihat di Koran pagi.
Guru secara menyeluruh memang telah mengajarkan muridnya membaca, menulis hingga berhitung. Saya sendiri pernah menjadi guru di sebuah sekolah terapi anak berkebutuhan khusus. Paham sekali bagaimana sulitnya membuat mereka mengerti dengan apa yang diajarkan. Tapi apakah bangsa ini dapat menjadi semakin baik hanya dengan pengetahuan saja tanpa adanya moral. Bukankah pendidikan hari ini telah menggemborkan tentang pendidikan berkarakter. Bahkan seorang murid yang duduk di bangku SMA saat ini mengatakan bahwa prilaku juga menjadi sebuah penilaian yang akan dituliskan di dalam rapor. Sejak tahun 2000, 16 tahun yang lalu di rapor sekolah dasar juga sudah ada penilaian kepribadian. Silahkan ambil rapor masing-masing dan periksa halaman yang ada pada rapor tepat di bawah kolom nilai pengetahuan tertera penilaian kepribadian dengan 3 point yaitu, kelakuan, kerajinan dan kerapian. Point pertamalah yang hari ini menjadi garis merah yang paling tebal.
Dalam UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan peserta didik untuk memilki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia. Tujuan tersebut dibuat agar pendidikan di Indonesia tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter. Sehingga nantinya akan melahirkan generasi-generasi bangsa yang bernafaskan nilai-nilai luhur bangsa serta agama.
Apa yang terjadi hari ini? Saya sendiri yang mengalaminya sangat merasa miris. Hari ini tepat di jam sebelas siang saya kehilangan sebuah helm di depan sebuah cafe. Saya dan rekan kerja saya melakukan kunjungan urusan pekerjaan ke cafe tersebut dengan membawa sepeda motor. Saya memarkirkan sepeda motor saya di area parkir cafe. Tidak lama, hanya sepuluh menit saya dan rekan kerja saya berbincang di dalam bersama pemilik cafe. Begitu selesai kami langsung keluar untuk kembali melanjutkan kunjungan kerja. Saya duduk di atas motor begitu juga dengan rekan kerja saya. Saat akan menghidupkan motor, saya menyadari bahwa saya telah kehilangan helm yang saya letakkan di kaca spion motor sebelah kanan. Saya tentu kesal terlebih kita sama-sama mengetahui bahwa Operasi Terpusat Zebra Jaya 2016 masih akan berlangsung hingga 29 november 2016 di seluruh Indonesia.
Tepat di depan parkiran kami melihat ada cctv, kami langsung masuk ke dalam cafe dan menanyakan pada pemilik cafe dapatkah kami melihat rekaman atas helm saya yang hilang. Sayangnya, si pemilik cafe tidak dapat langsung melihatkan hasil rekaman cctv. Saya sudah mengikhlaskan helm yang hilang tersebut. Sungguh Tuhan Maha besar, begitu kita ikhlas semuanya akan ditunjukkan olehnya. Malam ini rekan kerja saya mendapatkan kiriman gambar dari cctv cafe tempat kejadian helm saya yang hilang.


Dari gambar (lokasi: Jl. Nangka, Kota Dumai) yang direkam kamera cctv pelakunya adalah seorang siswa. Terlihat dari seragam yang dia pakai. Seragam dari sebuah sekolah menengah.

Lihatlah, kelakuan yang tidak terpola dengan baik tentu untuk kedepannya akan memberikan dampak yang sangat besar bagi bangsa. Ini hanya satu dari sekian banyak kelakuan dari para pelajar negeri ini yang tertangkap basah. Bukan masalah dari nilai helm yang dilarikan, tapi tentang sebuah prilaku yang dipertanyakan. Atas dasar apa pelaku tersebut melakukan prilaku menyimpang tersebut. Jika seorang nenek yang mencuri buah kakao atas dasar untuk memenuhi kebutuhan dari lambungnya bisa diperhitungkan dan ditindak lanjuti bagaimana dengan yang dilakukan pemuda ini? Apa yang sedang terjadi pada generasi penerus bangsa yang kita cintai ini.
Para orang tua telah menitipkan anaknya kepada sekolah untuk didik baik pikiran maupun prilaku. Masuk jam 7 pagi bahkan ada beberapa sekolah yang pulang di jam 3 sore. 1/3 dari waktu yang dimiliki anak negeri ini dihabiskan di sekolah. Mereka pulang ke rumah setelah letih menuntut ilmu. Bahkan hari ini komunikasi yang banyak dilakukan adalah di sekolah. Di rumah anak hanya tinggal tidur dan beristirahat sebelum pagi datang dan kembali ke sekolah. Banyak harapan yang diantarkan para orang tua kepada sekolah yang telah mereka pilihkan untuk anak-anaknya.
Hari guru menjadi hari yang mengharukan. Peristiwa yang saya lihat hari ini menjadi satu dari ribuan peristiwa di hari guru yang sangat mengharukan hingga menitikkan air mata. Tentu tidak lepas dari itu bahwa pendidikan dini dimulai dari lingkungan keluarga yaitu orang tua. Dalam hal ini siapa yang seharusnya ditindak lanjuti? Pukul dan tanyakan pada diri kita masing-masing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serunya Series Balas Dendam Istri yang Tak Dianggap

Mimpi Perempuan yang Menikah #Bab 2 Bertemu Teman Lama

Mimpi Perempuan yang Menikah #Bab 1 Menunggu Dikirim Tuhan