Matahati Menyeluk Bencana Sumatera
Awal tahun 2026 menjadi garis awal yang berbeda bagi saudara sesama muslim kita di wilayah terdampak bencana alam Sumatera. Data terbaru BNPB pada 6 Januari 2026 telah mencatat korban meninggal 1178 orang dari 53 Kabupaten / Kota di 3 Provinsi yang ada di Sumatera. Angka yang cukup banyak untuk sebuah bencana banjir dan longsor. Bisa jadi jumlah sebenarnya korban yang meninggal jauh lebih banyak tapi tidak terdata atau tidak teridentifikasi karena tak ditemukannya identitas. Bencana alam yang terjadi tentu saja menjadi luka bersama bagi kita. Korban yang mengalaminya berjuang keras melawan rasa takut atas trauma yang dialami. Kita melihat banyak video yang beredar di malam bencana mulai terjadi. Saat air naik hingga ke lantai dua rumah dan menenggelamkan banyak rumah. Suara yang saut-sautan meminta pertolongan membuat bulu kuduk merinding. Dari korban mengatakan bahwa suara-suara itu bergema di tengah genangan air setiap malam dan hilang satu persatu esok harinya, tanpa tahu apaka...