Lyodra: Penantian Buah Hati


Lyodra adalah nama anak perempuan yang diberikan oleh pasangan Meutya Hafid dan Fajrie. Keduanya menunggu buah hati hingga 8 tahun usia pernikahannya. Segala usaha dilakukan, bahkan sampai 3 kali melakukan bayi tabung karena harus keguguran. 

Berbagai pertanyaan dan situasi dihadapi bersama. Fajrie sebagai suami selalu berhasil membuat sang istri kembali tersenyum dengan memberikan boneka kura-kura sebagai lambang kesetiaannya. 

Tak ada yang memojokan satu sama lain. Keduanya mencari solusi atas masalah mereka. Sama-sama bersedia mengecek kondisi kesehatannya. Ternyata tak hanya istri yang mengalami masalah di reproduksi, Laki-laki juga memiliki masalah dengan kualitas sperma yang tidak maksimal untuk melakukan pembuahan.

Pemeriksaan kesehatan yang memang seharusnya dilakukan oleh kedua pasangan dan harus berhenti untuk menyalahkan istri saja jika mengalami kendala dalam memiliki keturunan. Kekompakan pasangan suami istri ini mengajarkan kita untuk bisa memikirkan solusi bersama agar tujuan yang ada bisa terwujud. 

Percobaan bayi tabung dengan berbagai dilema dilakukan. Saat percobaan pertama harus disertai dengan pengangkatan tuba falopi untuk hasil yang optimal. lantas bayi itu harus keguguran di usia satu bulanan lebih kurang. Keguguran terjadi karena kondisi tubuh yang kelelahan karena bekerja. 

Meutya seorang wanita karir yang emang karirnya di-support sang suami. Saat keguguran pertama, Meutya terpukul tapi masih mau mencoba. Salutnya saat kedua orang tua mereka meminta Meutya berhenti bekerja dan fokus dengan program bayi tabung, Fajrie sebagai suami pasang badan membela istri, begitu pun sebaliknya. Sebuah hubungan suami istri yang sangat bijaksana. Sikap yang mengajarkan kita bagaimana untuk bisa hadir sebagai pasangan saat salah satunya ada di situasi terpojok. 

Sampai akhirnya Meutya hamil lagi hingga mengadakan acara 4 bulanan. Tapi, ternyata lagi-lagi mengalami keguguran. Pukulan yang kedua kalinya membuat hubungan suami istri ini pun kehilangan kehangatannya. Mereka bertengkar hebat. Meutya dengan keputusasaannya mengatakan bahwa ia menyerah dan merelakan sang suami untuk menikah dengan perempuan lain agar bisa mendapatkan keturunan. Sebuah pernyataan yang membuat Fajrie juga terpukul. Padahal kehilangan yang dialami tak hanya menyakiti Meutya tapi juga Fajrie. Komunikasi yang kacau membuat mereka harus berdebat bahkan hubungan pernikahannya seakan ada di ujung tanduk. 

Meutya bahkan merasa marah kepada Tuhan dan berhenti untuk berdoa atau pun percaya. Rasa kehilangan membuat dia tak mau lagi bersujud. Hal itu membuat sang ibu yang menemani setiap proses yang dilewatinya dalam penantian buah hati paham kalau anaknya sedang kecewa tapi tidak ingin membiarkannya berlarut dengan kesedihan sampai melupakan kewajiban sebagai seorang hamba.

Usaha sang ibu untuk menenangkan anak perempuannya sangat luar biasa. Dia mengajak anaknya untuk quality time berdua ke kampung dan membawanya ke tempat favorite mereka. Air terjun yang menyegarkan sambil mengenang masa kecilnya.

Bounding yang bagus membuat mereka mampu saling berbicara. Emosi Marsya Timothy berhasil membuat tangis pecah. Sang ibu yang ternyata terkena kanker tidak pernah menyerah atas penyakitnya. Perjuangan ini yang membuat Meutya sadar dan kembali berjuang. Sepulang dari kampung, Meutya meminta maaf kepada suaminya. Dia menyesal untuk sikap yang sangat tidak adil. 

Meutya membawa ganci kura-kura. Satu dia berikan kepada Fajrie dan satu untuknya. Mereka terisak dalam pelukan. Adegan-adegan suami istri yang menyatu ini membuat saya terharu dan membuat penonton butuh tisu yang banyak untuk bisa menikmatinya.

Selama proses program bayi tabung lagi, banyak kendala yang terjadi. Adanya covid di masa itu juga membuat mereka harus menunggu dua tahun untuk bisa melanjutkan progresnya. Sembari itu Meutya merawat ibunya yang sakit kanker hingga sang ibu meninggal dunia. 

Meski medis mengatakan Meutya sulit hamil, tapi berkat kegigihan keduanya, ikhtiar yang tak kenal lelah, Tuhan akhirnya memberikan buah hati kepadanya. Seorang anak perempuan yang diberi nama Lyodra. Kedatangan putri kecil yang melengkapi kehidupannya. Doa itu dijawab pada waktu yang tepat. Kehadiran seorang anak menjadi tempat belajar pasangan suami istri pun di masa penungguan kehadiran buah hati juga menjadi tempat belajar keduanya. 

Percayalah tak ada doa yang kembali dengan sia-sia selama kita percaya bahwa Tuhan memiliki waktu terbaik untuk mengabulkannya. Buat yang sedang berjuang mendapatkan buah hati, semoga segera dikabulkan Tuhan. Aamiin. 

Film ini bagus untuk menjadi inspirasi para pejuang garis dua. Bisa ditonton di aplikasi Netflix atau aplikasi lain yang tersedia. 

#bayitabung #suamiistri #pejuanggarisdua #penantianyanglama 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serunya Series Balas Dendam Istri yang Tak Dianggap

Mimpi Perempuan yang Menikah #Bab 2 Bertemu Teman Lama

Mimpi Perempuan yang Menikah #Bab 1 Menunggu Dikirim Tuhan