Review Film Dilanjutkan Salah Disudahi Perih
"Saya ada penulis skenarionya, sutradara, sekaligus pemeran." Kalimat yang diucapkan Darian. Sering kali kita mengambil peran Tuhan sebagai penulis skenario dan sutradara dalam kehidupan. Menginginkan semua berjalan seperti harapan kita, sempurna. Padahal kesempurnaan hanya ada di dalam fantasi kita. Tuhan yang menuliskan skenario untuk kita dalam bentuk takdir. Tuhan juga yang menjadi sutradaranya, mengatur apa yang akan terjadi di dalam hidup kita. Film Dilanjutkan Salah Disudahi Perih ini mengajarkan kita dalam sebuah pernikahan tidak ada yang namanya kesempurnaan di dalam diri pasangan yang kita miliki. Setiap pasangan punya kekurangannya dan memang diciptakan dengan Ketidaksempurnaannya itu. Menuntut pasangan menjadi sempurna hanya akan membuat kita hidup dalam fantasi. Darian dan Alfa membawa saya sebagai seorang istri mengimplementasikan situasi yang ada di dalam cerita sebagai saya dan suami. Sebuah situasi yang sejenak membuat saya berpikir apakah ...